
Sumber : Pinterest
A. Pengertian seleksi dan Penempatan
Pengertian seleksi menurut bahasa adalah penyaringan, pemilihan, (untuk mendapatkan
yang terbaik). Atau metode dan prosedur yang dipakai oleh bagian personalia (perusahaan) untuk
memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan. Sedangkan penempatan berasal dari kata dasar
tempat kemudian mendapatkan imbuhan pe-an, menjadi penempatan yang berarti proses,
perbuatan, cara menempati.
Seleksi dan penempatan merupakan langkah yang diambil segera setelah terlaksananya
fungsi rekrutmen. Seperti halnya fungsi rekrutmen, proses seleksi dan penempatan merupakan
salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia. seleksi dan penempatan
merupakan serangkai langkah kegiatan yang dilaksanakan untuk memutuskan apakah seorang
pekerja ditempatkan pada posisi-posisi tertentu yang ada di dalam organisasi.
B. Proses mengenai Seleksi dan Penempatan SDM
1. Penerimaan pendahuluan pelamar
Proses ini merupakan jalur dua arah, di mana pelamar memilih organisasi tempat
bekerja, dan organisasi memilih orang atau calon karyawan yang tepat. Dalam tahap
pendahuluan seleksi, para pelamar memperoleh informasi bahwa surat lamarannya telah
memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.2[2] Lamaran yang dianggap memenuhi
persyaratan dan yang tidak kemudian dipisahkan dan disimpan dalam file yang
berbeda.3[3]
2. Tes-tes seleksi
Tes-tes ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi yang relatif objektif tentang
pelamar, diharapkan akan memperoleh calon yang lebih baik bila dibandingkan dengan
pelamar lainnya atau dengan karyawan yang sudah ada. Untuk memperoleh informasi
(termasuk kemampuan-kemampuan pelamar, maka biasanya dilakukan ujian atau tes
tertulis.
Komposisi tes tersebut dilaksanakan oleh organisasi sesuai bidang yang dikerjakan
oleh organisasi tersebut. Yang paling umum adalah tes mengisi formulir lamaran
(tergantung kebijakan dari organisasi), Kemampuan dan pengetahuan, tes wawancara.
a. Tes mengisi formulir lamaran
Pada tahap ini, yang dilakukan oleh organisasi adalah meminta
pelamar untuk mengisi formulir lamaran yang telah disediakan dari
organisasi. Bila bidang pekerjaan yang dilamar menuntut kemampuan
berbahasa Inggris, maka formulir tersebut harus disiapkan dalam bahasa
Inggris. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah benar pelamar tersebut
yang membuat riwayat hidup yang dikirimkan atau dibuatkan oleh orang
lain. Kemudian untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang pelamar
yang khusus dibutuhkan untuk tahap seleksi selanjutnya.4[4]
b. Kemampuan dan pengetahuan
Tes-tes yang akan diberikan tergantung pada persyaratan yang
ditetapkan untuk tiap jabatan dan tingkatan dalam organisasi. Jenis tes yang
umum adalah:
1) Tes kemampuan dan keterampilan teknis. Tes ini tergantung bidang kerja yang
dilamar. Tes-tes jenis ini harus dilaksanakan sendiri tetapi bahan atau pertanyaan
harus disediakan oleh unit kerja yang akan membutuhkan tenaga kerja
2) Tes pengetahuan umum. Sesuai dengan namanya, tes ini bersifat sangat umum dan
berkisar tentang hal-hal umum, misalnya kejadian-kejadian terakhir yang ada di
Indonesia dan di dunia.
3) Tes dexterity. Adalah tes khusus untuk mengukur kecekatan tangan atau jari tangan
untuk pekerjaan yang membutuhkan kecekatan organ tersebut. Misalnya operator
mesin atau peralatan tertentu.
4) Tes kemampuan atau daya tahan fisik. Biasanya dilakukan pada calon-calon yang
akan mengisi jabatan yang memerlukan ketahanan fisik yang prima.
3. Tes psikologi
Sebagian besar perusahaan, baik perusahaan besar ataupun kecil, melaksanakan tes
psikologi dalam proses seleksi. Namun demikian, ada sebagian perusahaan kecil yang tidak
melaksanakan tes psikologi sebagai dasar memilih calon karyawan terbaik, tetapi lebih
mempercayakan pada seleksi wawancara saja. Keputusan tersebut diambil dengan
pertimbangan sangat rumit dilaksanakan dan membutuhkan biaya yang relatif besar,
pertimbangan tersebut melihat perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan
besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. Walaupun demikian, kebanyakan
perusahaan akan mempercayai tes psikologi untuk mendapatan calon karyawan
terbaik.5[5] Berikut beberapa tes psikologi:
a. Tes kemampuan numeracy. Kemampuan melakukan penghitungan secara cepat dan
teliti. Tes ini merupakan bagian dari tes psikologi, tapi terkadang juga dilakukan secara
sendiri
b. Tes intelegensi dasar. Adalah tes yang mengukur kecerdasan pelamar
4. Tes kesehatan
Pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu
dengan tujuan agar tenaga yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan
dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada perusahaan.
Proses pemilihan atau penyeleksian karyawan atau pegawai disebut dengan proses seleksi. Dasar seleksi berarti penerimaan karyawan baru hendaknya berpedoman kepada dasar tertentu yang digariskan oleh internal maupun eksternal perusahaan supaya hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Dasar-dasar itu antara lain :
a. Kebijaksanaan perburuhan pemerintah
Seleksi penerimaan karyawan baru harus berdasarkan dan berpedoman kepada Undang-Undang Perburuhan Pemerintah. Seleksi usia harus didasarkan kepada Undang-Undang tanggal 6 Januari 1951 No.I Pasal 1. Peraturan perburuhan melarang adanya diskriminasi kulit, agama, dan suku bangsa. Sebaliknya, Undang-Undang tidak memperbolehkan mempekerjakan anak-anak dibawah umur dan orang-orang yang terlibat dalam G-30-S/PKI. Hal-hal diatas harus menjadi dasar kebijakan seleksi penerimaan karyawan baru bagi setiap organisasi dan perusahaan.
b. Job specification
Dalam spesifikasi, telah ditetapkan, persyaratan dan kualifikasi minimun dari orang yang dapat menjabat atau melakukan pekerjaan tersebut. Dasar ini harus betul-betul menjadi pedoman pelaksanaan seleksi, prinsipnya adalah “the right man on the right place and the right man behind the right gun” Jadi, titik tolak pemikiran seleksi hendaknya kepada apa yang akan dijabat, baru siapa yang akan menjabatnya, bukan siapa baru apa. Jabatan atau pekerjaan apapun yang akan diisi hendaknya diseleksi beradasarkan atas spesifikasi jabatan atau pekerjaan tersebut.
c. Ekonomis rasional
Tindakan ekonomis hendaknya menjadi dasar pelaksanaan seleksi supaya biaya, waktu, dan pikiran dimanfaatkan secara efektif sehingga hasil efektif dapat dipertanggungjawabkan.
d. Etika sosial
Seleksi harus dilakukan sesuai dengan etika sosial. Artinya, memperhatikan norma-norma hukum, agama, kebudayaan, dan adat istiadat masyarakat serta hukum yang berlaku di negara bersangkutan.
Beberapa tujuan organisasi melakukan seleksi adalah untuk mendapatkan :
§ Karyawan yang qualified dan potensial
§ Karyawan yang jujur dan berdisiplin
§ Karyawan yang cakap dengan penempatan yang tepat
§ Karyawan yang terampil dan bersemangat dalam bekerja
§ Karyawan yang memenuhi syarat Undang-Undang Perburuhan
§ Karyawan yang dapat bekerja sama
§ Karyawan yang dinamis dan kreatif
§ Karyawan yang inovatif dan bertanggung jawab
§ Karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi
§ Karyawan yang mudah dikembangkan dimasa akan datang
§ Karyawan yang bekerja secara mandiri
§ Karyawan yang mempunyai budaya dan perilaku malu
§ Untuk mengurangi tingkat absensi dan turn over karyawan
Kesimpulan :
Organisasi melakukan seleksi untuk mencari dan memilih calon karyawan yang akan diterima atau ditolak oleh organisasi. Dengan proses seleksi tersebut diharapkan organisasi akan mendapat calon-calon karyawan yang benar-benar sesuai dengan jabatan yang dibutuhkan oleh organisasi. Dalam hal ini karyawan yang terpilih akan merasa puas apabila mereka ditempatkan pada jabatan yang sesuai denan kemampuan mereka masing –masing.
Penempatan karyawan yang sesuai pada posisi yang tepat bukan saja menjadi keinginan organisasi tetapi juga menjadi keinginan karyawan. Dengan demikian karyawan yang bersangkutan dapat mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang dibebankan kepadanya, sehingga karyawan akan merasa termotivasi dan bersemangat dalam bekerja dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar