Jumat, 21 April 2017

Pembangunan dan Struktur Ekonomi

Berikut ini adalah  kekurangan dan kelebihan dari masing-masing Sektor Pertanian, Sektor Industri, dan Industri Jasa.




2. Dapatkah terjadi Pembangunan Tanpa Perubahan Struktur Ekonomi???

      Tidak,Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak akan terjadi
karena Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi. Berikut ini adalah kesimpulan mengenai corak perubahan sumbangan berbagai sektor dalam  pembangunan ekonomi.
  1.Sumbangan sektor pertanian kepada produksi nasional telah menurun di dua belas negara 
      Umumnya pada taraf permulaan pembangunan ekonomi,  peranan sektor itu mendekati setengah dan adakalanya mencapai sampai hampir dua  pertiga dari seluruhprosuksi nasional. Pada akhir masa observasi, peranan sektor  pertanian di kebanyakan negara dalam menghasilkan prosuksi nasional hanya mancapai 20 persen atau kurang dan di beberapa negara peranannya lebih rendah dari 10 persen. Dengan demikian, dalam proses pembangunan, peranan sektor pertanian telah menurun paling sedikit sebesar20 persen poin (misalnya dari mula menyumbang 50 persen, sekarang hanya 30 persen saja, maka dikatakanlah bahwa peranannya telah menurun sebanyak 20 persen poin) dan adalakanya sampai mencapai 30 persemn  poin. Satu-satunya pengecualian dari keadaaan ini adalah perubahan yang terjadi di australia dalam delapan dasawarsa peranan sektor pertanian bertambah besar, walaupun dalam jangka masa itu kemajuan ekonominya terus-menerus berlangsung.

2.Di dua belas negara peranan sektor industri dalam menghasilkan produksi nasional meningkat 
      
       Pada tahun-tahun permulaan dari masa yang diobservasi sumbangan sektor tersebut berkisar diantara 20 sampai 30 persen dari seluruh  produksi nasional. Pada akhir masa yang diobservasi, peranannya paling sedikit meningkat sebesar 20 persen poin sehingga sektor tersebut pada akhirnya menyumbangkan diantara 40 dana adakalanya lebih 50 persen. Sekali lagi australia merupakan pengecualian dimana peranan sektor industri dalam menghasilkan produksi nasional menurun sebesar 1 persen poin.

3. Sumbangan sektor jasa dalam menciptakan pendapatan nasional tidak mendapat perubahan yang berarti ada perubahan itu tidak konsisten sifatnya 

  
     Di swedia dan australia peranannya menurun, di kanada dan jepang peranannya meningkat, dan pada kebanyakan negara perubahannya tidak begitu nyata. Oleh sebab itu, dapatlah disimpulkan bahwa pada umumnya penurunan peranan sektor pertanian dalam menciptakan produksi nasional diimbangi oleh kenaikan yang hampir sama besarnya dengan peraanan sektor industri. Hal ini menyebabkan peranan sektor jasa tidak mengalami perubahan yang berarti.

  Perubahan corak struktur ekonomi seperti yang di gambarkan diatas mempunyai arti, bahwa:



1. Produksi sektor pertanian mengalami perkembangan yang lebih lambat ketimbang  perkembangan produksi nasional, sedangkan 
2.Tingkat pertambahan produksi sektor industri lebih cepat daripada tingkat  pertambahan nasional;

3.Tidak ada perubahan dalam peranan sektor jasa adalah sama dalam   tingkat


PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PROSES PEMBANGUNAN
         Pembangunan dalam jangka panjang, mengikuti pertumbuhan pendapatan nasional, dari ekonomi tradisional dengan pertanian sebagai sector utama ke ekonomi modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri manufaktur dengan increasing return to scale (relasi positif antara pertumbuhan output dan pertumbuhan produktivitas) yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (Weiss, 1988). Meminjam istilah Kuznets, perubahan struktur ekonomi umum disebut transformasi structural dan dapat didefinisikan sebagai rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintan agregat, perdagangan luar negeri (ekspor dan impor), dan penawaran agregat (produksi dan penggunaan factor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Chenery, 1979). Dari sisi permintaan agregat (Agregat Demand), perubahan pada struktur ekonomi disebabkan karena adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan pada selera (taste) yang akan terefleksi pada perubahan pola konsumsinya. Sedangkan dari sisi penawaran agregat (Agregat Supply), faktor-faktor pendorong utamanya adalah terjadinya perubahan teknologi (technological progress), peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta penemuan material-material baru untuk produksi. 

        Teori perubahan structural menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang, yang semula bersifat subsisten (pertanian tradisional) dan menitikberatkan sector pertanian menuju struktur perekonomian yang lebih modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri dan jasa. Ada 2 teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi yakni dari Arthur Lewis (teori migrasi) dan Hollis Chenery (teori transformasi structural). Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan (urban). Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sector utama. Di pedesaan, karena pertumbuhan penduduknya tinggi, maka kelebihan suplai tenaga kerja dan tingkat hidup masyarakatnya berada pada kondisi subsisten akibat perekonomian yang sifatnya juga subsisten. Over supply tenaga kerja ini ditandai dengan nilai produk marjinalnya nol dan tingkat upah riil yang rendah.

Pembangunan dan Pertumbuhan Perlu Memerhatikan Kelestarian Alam            
       Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus selalu memerhatikan kelestarian alam. Negara berkembang seperti Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya masih bergantung dengan alam untuk kegiatan perekonomianya. Banyak masyarakat yang memanfatkan alam untuk kegiatan perekonomiannya, tetapi banyak dari mereka yang tidak memerhatikan kelestarian alam dengan melakukan eksploitasi besar-besaran untuk mengambil hasil bumi tanpa berpikir tentang kelesatariannya, menebang hutan tanpa melakukan reboisasi, pembuangan limbah pabrik di sungai dan membuka lahan dengan cara membakarnya. Hal ini dilakukan semata-mata dilakukan untuk meraih keuntungan tetapi mereka hanya memparah dampak pada pemanasan global. 
       
Bila pembangunan tidak sesuai dengan tata aturan yang ada, dimana manusia tidak memperhitungkan dampak-dampak yang terjadi dimasa mendatang maka dampak dari perubahan itu akan ditanggung sendiri oleh manusia. Pembangunan yang ada sekarang mempunyai hubungan dengan semuanya, baik itu, iklim, sosial, struktur tanah dan sebagainya.
Pemerintah diharapkan mempertimbangkan dengan baik untuk menyetujui pembangunan yang akan dilakukan dan memilih wilayah pembangunan yang sesuai dan tidak akan merusak ekosistem.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

a.        Pengertian PHK Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan be...