2. Dapatkah terjadi Pembangunan Tanpa Perubahan Struktur Ekonomi???
Tidak,Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak akan terjadi
karena Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan yang diikuti oleh
perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi. Berikut ini adalah kesimpulan mengenai corak perubahan sumbangan berbagai sektor dalam pembangunan
ekonomi.
1.Sumbangan sektor pertanian kepada
produksi nasional telah menurun di dua belas negara
Umumnya pada taraf permulaan
pembangunan ekonomi, peranan sektor itu mendekati setengah dan adakalanya
mencapai sampai hampir dua pertiga dari seluruhprosuksi nasional. Pada
akhir masa observasi, peranan sektor pertanian di kebanyakan negara dalam
menghasilkan prosuksi nasional hanya mancapai 20 persen atau kurang dan di
beberapa negara peranannya lebih rendah dari 10 persen. Dengan demikian, dalam
proses pembangunan, peranan sektor pertanian telah menurun paling sedikit
sebesar20 persen poin (misalnya dari mula menyumbang 50 persen, sekarang hanya
30 persen saja, maka dikatakanlah bahwa peranannya telah menurun sebanyak 20
persen poin) dan adalakanya sampai mencapai 30 persemn poin. Satu-satunya
pengecualian dari keadaaan ini adalah perubahan yang terjadi di australia dalam
delapan dasawarsa peranan sektor pertanian bertambah besar, walaupun dalam
jangka masa itu kemajuan ekonominya terus-menerus berlangsung.
2.Di dua belas negara peranan
sektor industri dalam menghasilkan produksi nasional meningkat
Pada tahun-tahun permulaan
dari masa yang diobservasi sumbangan sektor tersebut berkisar diantara 20
sampai 30 persen dari seluruh produksi nasional. Pada akhir masa yang
diobservasi, peranannya paling sedikit meningkat sebesar 20 persen poin
sehingga sektor tersebut pada akhirnya menyumbangkan diantara 40 dana adakalanya lebih 50
persen. Sekali lagi australia merupakan pengecualian dimana peranan sektor industri dalam menghasilkan produksi nasional menurun sebesar 1 persen poin.
3. Sumbangan sektor jasa dalam menciptakan pendapatan nasional tidak mendapat perubahan yang berarti ada perubahan
itu tidak konsisten sifatnya
Di swedia dan australia peranannya menurun, di kanada dan jepang
peranannya meningkat, dan pada kebanyakan negara perubahannya tidak begitu
nyata. Oleh sebab itu, dapatlah disimpulkan bahwa pada umumnya penurunan
peranan sektor pertanian dalam menciptakan produksi nasional diimbangi oleh
kenaikan yang hampir sama besarnya dengan peraanan sektor industri. Hal ini
menyebabkan peranan sektor jasa tidak mengalami perubahan yang berarti.
Perubahan corak struktur ekonomi seperti yang di gambarkan diatas mempunyai
arti, bahwa:
1. Produksi sektor pertanian
mengalami perkembangan yang lebih lambat ketimbang perkembangan produksi
nasional, sedangkan
2.Tingkat pertambahan produksi
sektor industri lebih cepat daripada tingkat pertambahan nasional;
3.Tidak ada perubahan dalam peranan
sektor jasa adalah sama dalam tingkat
PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PROSES PEMBANGUNAN
Teori perubahan structural menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang, yang semula bersifat subsisten (pertanian tradisional) dan menitikberatkan sector pertanian menuju struktur perekonomian yang lebih modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri dan jasa. Ada 2 teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi yakni dari Arthur Lewis (teori migrasi) dan Hollis Chenery (teori transformasi structural). Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan (urban). Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sector utama. Di pedesaan, karena pertumbuhan penduduknya tinggi, maka kelebihan suplai tenaga kerja dan tingkat hidup masyarakatnya berada pada kondisi subsisten akibat perekonomian yang sifatnya juga subsisten. Over supply tenaga kerja ini ditandai dengan nilai produk marjinalnya nol dan tingkat upah riil yang rendah.
Pembangunan
dan Pertumbuhan Perlu Memerhatikan Kelestarian Alam
Pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi harus selalu memerhatikan kelestarian alam. Negara berkembang seperti
Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya masih bergantung dengan alam untuk
kegiatan perekonomianya. Banyak masyarakat yang memanfatkan alam untuk kegiatan
perekonomiannya, tetapi banyak dari mereka yang tidak memerhatikan kelestarian
alam dengan melakukan eksploitasi besar-besaran untuk mengambil hasil bumi
tanpa berpikir tentang kelesatariannya, menebang hutan tanpa melakukan
reboisasi, pembuangan limbah pabrik di sungai dan membuka lahan dengan cara
membakarnya. Hal ini dilakukan semata-mata dilakukan untuk meraih keuntungan
tetapi mereka hanya memparah dampak pada pemanasan global.
Bila
pembangunan tidak sesuai dengan tata aturan yang ada, dimana manusia
tidak memperhitungkan dampak-dampak yang terjadi dimasa mendatang maka
dampak dari perubahan itu akan ditanggung sendiri oleh manusia. Pembangunan yang ada sekarang mempunyai hubungan dengan semuanya, baik itu, iklim, sosial, struktur tanah dan sebagainya.
Pemerintah
diharapkan mempertimbangkan dengan baik untuk menyetujui pembangunan
yang akan dilakukan dan memilih wilayah pembangunan yang sesuai dan
tidak akan merusak ekosistem.
Sumber :
https://arrizalaziz.wordpress.com/2011/03/23/sektor-pertanian/
https://www.slideshare.net/handy456/perekonomian-indonesipertumbuhan-dan-perubahan-struktur-ekonomi?related=1
https://www.slideshare.net/handy456/perekonomian-indonesipertumbuhan-dan-perubahan-struktur-ekonomi?related=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar