AKU
DAN MASA DEPAN
Mimpi dan cita-cita tidak ada batasnya. Setiap orang berhak memiliki mimpi dan cita-cita tanpa memandang usia, status sosial, ras, agama, ataupun gender.
Berani bermimpi, mengajar dan menggapainya adalah suatu hal yang manusiawi. Berhenti
bermimpi dan tidak tahu akan cita-cita maka semua akan sia-sia.
Mimpi
dan cita-cita nampaknya hanya sebuah kata yang sepele maknanya padahal ia lebih
dari apa yang kita pikirkan. Mimpi dan cita-cita harus digapai menentukan masa
depan dan diwujudkan, tentu dengan kerja keras dan belajar yang tepat. Mimpi
dan cita-cita manusia di masa mendatang karena seperti sudah disebutkan diatas
bahwa mimpi dan cita-cita adalah peta yang menuntun kita. Memaksimalkan dan
mengoptimalkan mimpi dan cita-cita yang kita miliki akan membawa keuntungan
bagi kita sendiri, sang empunya mimpi dan cita-cita tersebut.
Cara
mengoptimalkan dan memaksimalkan mimpi dan cita-cita yang kita miliki akan
membawa keuntungan bagi kita sendiri,
bisa dilakukan dengan cara seperti mengetahui bakat dan potensi diri, karena
hal tersebut akan menjadi senjata yang ampuh dalam meraih cita-cita, melatih
kemampuan diri dengan cara melatih dan asah bakat dan potensi diri, jangan
cepat puas ketika berhasil dalam langkah kecil mewujudkan cita-cita, dan
meningkatkan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan salah satu faktor
penyebab keberhasilan dalam meraih cita-cita.
Jika pilihan atau cita- cita itu jatuh kepada pilihan
mengambil kesempatan adalah pilihan yang tepat, sekarang saatnya kita berjuang
dengan maksimal tidak perlu terobsesi pada hasil akhirnya biarlah takdir Allah
yang bekerja menurut kadar dan ukurannya.
Dalam konsep pembangunan social, banyak cendekiawan
muslim bangsa yang berbicara tentang konsep pembangunan peradaban dengan
berlandaskan nilai-nilai keislaman. Untuk menggapai cita-cita kita harus
berlandaskan pada ilmu yang akurat. Dalam menuntut ilmu, tentu harus ada niat
yang terdapat diri masing-masing individu.
Menuntut ilmu bisa diambil dari mana saja, mulai dari
internet hingga buku. Dalam mengaplikasikan ilmu ke dalam kehidupan nyata bisa
melalui mengajar, dari yang muda hingga yang tua. Agar tercapainya mimpi dan
cita-cita perlu adanya penerapan yang berkaitan dengan hal tersebut.
Tidak mudah memang dalam menggapai mimpi. Namun, jika
sudah memiliki niat dan tekad, Insya Allah akan selalu diberikan kemudahan oleh
Allah. Kuncinya adalah niat, jalani prosesnya dan terapkan.
Dalam Al Quran surat al alaq ayat 1
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Artinya :
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan (QS. Al-alaq: 1)
Ini sudah jelas bahwa kita harus membaca, karena mulai
dari membaca kita akan tau mengenai kebenaran. Memiliki cita-cita boleh
dikatakan sebagai nilai lebih seseorang. Karena dengan cita-cita, mereka akan
memiliki motivasi serta
semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Bayangkan bila tidak punya
cita-cita, menjalani kehidupanpun akan terasa sangat monoton dan membosankan.
Manfaat lain dalam memiliki cita-cita adalah membuat
arah dan tujuan kehidupan semakin jelas, kita akan tahu bagaimana caranya
berusaha dan mengapa kita melakukannya. Selain itu cita-cita akan membantu
dalam melatih
mental dan niat kita, karena dalam meraih cita-cita pastilah banyak
tantangan dan ujian yang harus dilewati.
Meskipun begitu, dalam meraih cita-cita yang
diinginkan tidaklah mudah. Fakta membuktikan bahwa hanya sekitar 25%,
presentase manusia yang mampu dan sukses meraih cita-cita yang mereka inginkan.
Kebanyakan diantara mereka banyak yang gagal ditengah jalan. Penyebab kegagalan
meraih cita-cita adalah karena faktor keluarga, ekonomi, lingkungan,
pendidikan, serta mentalitas.
Sedangkan bagi yang mampu dan sukses meraih cita-cita,
adalah karena berusaha berkerja dalam
memujudkan cita-citanya. Bukan hanya bermalas-malasan serta mengandai-andai,
melainkan dengan usaha, niat, kerja keras, serta keberuntungan hingga mampu meraih
apa yang diinginkan.
Salah satu mimpi saya adalah menjadi wanita yang
memiliki kontribusi dalam keuangan negara yang berbasis syariah. Karena prinsip
keuangan Islam merupakan prinsip yang tepat untuk mewujudkan financial inclusion dan mampu mendorong
tingkat pemerataan dalam meningkatkan pertumbuhan nasional serta kesejahteraan
bersama.
Sruktur
keuangan Islam sangat kuat bersumber dari al-Qur’an dan sunnah, serta
penafsiran terhadab sumber-sumber wahyu ini oleh para ulama. Selama tiga
dasawarsa terakhir, struktur keuangan Islam telah tampil sebagai salah satu
implementasi modern dalam sistem hukum Islam yang paling penting dan berhasil, dan
sebagai uji coba bagi pembaruan dan perkembangan hukum Islam pada masa datang.
Meskipun demikian, keuangan
Islam tetap menimbulkan berbagai kesalahpahaman dikalangan muslim sendiri
sekaligus kalangan non-Muslim. Keungan Islam bukanlah temuan dari gerakan
politik eksterm Islam abad ini, namun bersumber dari perintah yang ada dalam
Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad.
Sistem
keuangan Islam dan perbankan Islam hadir untuk memberikan jasa keuangan yang
halal kepada komunitas muslim.selain tujuan khusus ini, institusi perbankan dan
keuangan,sebagaimana aspek-aspek masyarakat Islam lainnya,diharapkan dapat
“memberi kontribusi yang layak bagi tercapainya tujuan sosio –ekonomi Islam”. Target utamanya adalah
kesejahteraan ekonomi yang tinggi, keadilan sosio-ekonomi secara distribusi
pendapatan dan kekayaan yang wajar, stabilitas nilai uang, dan mobilisasi serta
investasi tabungan untuk pembangunan ekonomi yang mampu memberikan jaminan
keuntungan (bagi-hasil) kapada semua pihak yang terlibat. Tampaknya, dimensi
relijius harus dikemukakan sebagai tujuan terakhir,dalam arti bahwa peluang
untuk melakukan operassi keuangan yang halal jauh lebih penting dibanding model
operasi keuangan sendiri.
Mafaat
yang didapat apabila kita menerapkan ekonomi syariah kedalam kehidupan
sehari-hari, seperti mendapat keberkahan, Menerapkan
dan mengamalkan ekonomi syariah akan mendapatkan keuntungan duniawi dan
ukhrawi. Banyak mereka yang sudah mengimplementasikan kemudian memberi
testimoni bahwa salah satu keungulan bentuk harta yang halal adalah
keberkahan. Dalam prakteknya seberapapun besarnya harta yang diterima
maka akan selalu cukup dengan kebutuhan yang ditanggung. Baik diterima besar
maupun kecil.
Tanpa ada pihak yang dirugikan, dengan
melakukan praktek ekonomi berdasarkan syariah Islam selain
mendapatkan nilai ibadah akan ada keadilan didalamnya. Sistem
pembagian keuntungan ekonomi syariah ditetapkan dengan sistem bagi hasil yang
telah disepakati semua pihak. Dalam hukum Islam apabila terdapat satu
atau lebih pihak yang merugi karena pengambilan keuntungan yang terlalu besar
diluar kesepakatan maka hal ini termasuk penganiayaan dan diharamkan.
Distribusi merata, Bahkan untuk tuntunan yang
mungkin terlihat sebagai sesuatu yang berat dan menyakitkan, akan ada hikmah
yang membawa kemaslahatan (QS. 2:216). Dalam skala makro dapat dipastikan
penerapan ekonomi syariah akan memeratakan distribusi pendapatan dan
kekayaan seperti halnya era Abdullah ibn Umar. Dari
sinilah peran zakat, infaq sadaqah juga athaya oleh negara kepada
masyarakatnya.
Tahan Krisis, banyak ahli yang telah mengakui
salah satu keuntungan ekonomi syariah. Ekonomi syariah dapat mengurangi
kerentanan perekonomian akibat fenomena yang disebut sebagai decoupling economy. Melalui sistem bagi hasil, ekonomi
syariah membuat tidak adanya jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.
Pertumbuhan Entrepreneur tanpa riba. Sistem
penerapan ekonomi syariah memiliki prinsip bagi hasil (lost and profit sharing) yang merupakan implementasi
keadilan dalam roda perekonomian. Salah satu cerminannya adalah dalam
produk-produk mudharabah dan musyarakah yang telah diterapkan di singapura dan
Inggris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar